“Sampah-
Sampah Plastik Yang Mengotori Kota Bandar Lampung”
Akhir-akhir ini di tahun 2012, kota Bandar Lampung dicap
oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai kota terkotor dIkarenakan masalah sampah
yang tak kunjung selesai (Dicap Terkotor,TEMPO.COM,
11 Juni 2012).
Sampah
merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah digunakan.
Berdasarkan sifatnya, sampah terbagi
menjadi 2 jenis, antara lain sampah organik dan sampah an organik. Sampah
organik merupakan jenis sampah yang mudah diurai dan bisa dijadikan pupuk,
contohnya seperti kotoran hewan, tumbuhan, dan lain-lain. Sedangkan sampah an
organik ialah jenis sampah yang dapat membuat ekosistem tidak seimbang. Perlunya
waktu beratus-ratus tahun untuk
menguraikan sampah an organik menjadi
salah satu penyebab utama.
Berdasarkan
pantauan di pesisir Teluk Betung dan Panjang, kota Bandar Lampung. Desa
Sukaraja, tumpukan sampah tetap memenuhi pantai tersebut, sehingga pantai itu
berubah menjadi lautan sampah yang terbawa ombak ke pantai. Sampah tersebut
ternyata mempengaruhi pulau-pulau di sekitar Teluk Lampung, seperti Pulau
Tangkil, Pulau Tegal, Pulau Mahitam, dan lain-lain (Pesisir Lampung Jadi Tempat
Buang Sampah, Kompas.com, 23 Januari 2011)
Pembuangan
sampah secara sembarang, akan berakibat buruk bagi lingkungan dan kesehatan
karena dapat mempercepat pemanasan global melalui gas metan (CH4).
Dampak negatif sampah yang berkenaan dengan kesehatan ialah karena timbulnya
penyakit-penyakit, seperti ;diare, kolera, dan tifus yang menyebar dengan cepat
karena mikro organisme dari sampah tersebut yang tidak ditangani dengan baik. Sampah juga
menyebabkan gangguan pada lingkungan masyarakat, yaitu pencemaran air, polusi
udara, serta salah satu penyebab banjir. Hingga saat ini belum ada solusi yang
baik dari pemerintah kota mengenai sampah yang menjadi momok bagi lingkungan kota
Bandar Lampung.
Penanganan
sampah di kota ini tidak bisa dilakukan dari pemerintah saja, melainkan
masyarakat, pelajar, dan pendatang, yang harus menjaga kebersihan lingkungan
sekitar dari sampah plastik. Minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya
kebersihan dari sampah, sehingga membuat mereka sering membuang sampah
sembarangan. Dinas pemerintahan kota Bandar Lampung, terkadang tidak sesuai
dengan fungsinya. Contohnya saja bisa kita lihat dari keadaan sampah yang masih
banyak berserakan di pinggir-pinggir jalan, di dekat aliran air, seperti
sungai, selokan,dan lain-lain. Padahal dinas pemerintahan pasti memiliki
anggaran untuk kebersihan lingkungan kota Bandar Lampung yang dapat digunakan
untuk menangani sampah dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan
bahaya sampah plastik dan memberi solusi tentang penanganan sampah tersebut. Penanganan
sampah yang tidak baik ini, dapat kita lihat dari penurunan ekowisata Lampung
yang cukup tinggi. Hal ini terjadi karena kurangnya kebersihan dan konservasi di lingkungan tersebut.
Ekowisata
memiliki peranan penting bagi perkembangan suatu daerah. Daerah itu dapat
dikatakan baik, apabila ekowisatanya pun baik. Ekowisata juga dapat memberikan
kesejahteraan sosial - ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah. Dampak positif
bagi masyarakat ialah mereka mendapat pekerjaan tambahan, seperti ; menjaga
tempat ekowisata, menyewakan kapal, berdagang, dan lain-lain. Bagi pemerintah,
mereka dapat menaikkan devisa melalui pengembangan ekowisata dan mampu
menaikkan citra daerah.
Penanganan sampah di daratan yang tidak baik,
ternyata mampu menyebabkan kerusakan ekosistem di teluk Lampung
juga. Sampah plastik yang dibuang
atau berserakan di tepi sekitar pantai ketika air laut mulai pasang secara langsung akan terbawa mengikuti arus yang
sedang berputar. Sampah plastik tersebut
bisa menutupi terumbu karang yang ada di dasar laut, sehingga dapat
menggangu proses kelangsungan hidup terumbu karang. Terumbu karang merupakan
pusat kehidupan dari organisme organisme di bawah laut yang sangat indah jika
dilihat. Betapa sayangnya, apabila penanganan sampah ini tidak ditanggapi
dengan cepat oleh masyarakat dan pemerintah.
Oleh karena
itu, saya mempunyai beberapa ide, agar masalah sampah ini dapat ditangani,
yaitu dengan cara pembuatan dan peletakkan kotak sampah disetiap sudut-sudut
yang kemungkinan besar menumpuknya sampah, sehingga lingkungan tidak tercemar,
memasang papan yang berisi
himbauan-himbauan peringatan tentang larangan membuang sampah sembarangan, membuat
lokasi penumpukan sampah atau pembakaran sampah plastik, menerapkan satu hari
bersih dalam satu minggu, menerapkan hukum tentang pelanggaran pembuangan
sampah sembarangan,dan menata atau membuat di setiap fakultas agar timbul kesadaran bahwa “My Campus is beautifull”.
Langkah awal
yang harus dilakukan ialah memberi penyuluhan langsung dan tidak langsung.
Penyuluhan secara langsung ialah penyuluhan yang langsung kepada masyarakat
akan bahaya sampah bagi kehidupan. Sedangkan penyuluhan secara tidak
langsung melalui media-media, seperti, koran,
majalah, selebaran, radio, dan televisi. Selanjutnya kita bisa mengajak
pelajar, pegawai pemerintahan, dan masyarakat umum untuk menerapkan satu hari
bersih dalam satu minggu. Kemudian kita
dapat membuat kotak sampah dan menetapkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di
setiap kampung, maupun kota. Setelah itu, pemerintah dapat mengadakan follow up
di setiap daerah, agar usaha penanganan sampah ini berjalan dengan baik dan
terus menerus.
Kegiatan
penanganan sampah di kota Bandar Lampung
ini mempunyai dampak positif bagi masyarakat kota. Dampak positifnya
ialah kota dapat menjadi bersih, indah, nyaman, dan tentram. Selain itu,
ekowisata kota Bandar Lampung akan mengalami peningkatan dan memberikan
kenyamanan bagi pengunjung, sehingga dapat menarik turis-turis untuk
mengunjungi kota Bandar Lampung. Dari
ekowisata inilah, sosial-ekonomi masyarakat dapat menjadi baik dan pendapatan
daerah juga meningkat.